Menyelamatkan Hutan dengan Seni Ukir Kayu

Menyelamatkan Hutan kayu dengan Seni Ukir Kayu dalam sejarah
Tradisi Seni Ukir Untuk Mencegah Boros Kayu

Ukiran kayu jati motif Ramayana

Seni furniture ukir kayu
Sebelumnya, secara tradisional bangsa manusia pun telah bergenerasi memanfaatkan kayu sebagai bahan penting dalam peradabannya. Hanya saja, volume penggunaannya masih dapat tercukupi oleh riap pertumbuhan pohon secara alamiah.
Era mesin uap menyebabkan kemampuan alamiah seperti ini terlampaui. Akibatnya kawasan hutan di benua Eropa-lah yang
pertama kali menjadi korban. Habis ditebang untuk keperluan gerak transportasi maupun bahan bakar banyak mesin pabrik. Berikutnya mudah ditebak, imbas jaman kayu pun rata menerpa antero kawasan hutan di segenap penjuru Bumi.
Untunglah, bangsa Jerman agaknya yang pertama kali menyadari datangnya situasi kritis tersebut. Mereka pun mulai mengembangkan ilmu kehutanan berbasis prinsip silvikultur guna pemulihan kawasan hutannya.
Usaha Penyelamatan Hutan jaman Kerajaan
Ilustrasi Raja Jawa & Tamu negara
Gambar hanya Ilustrasi
Dalam tahun 1849 didatangkan ahli kehutanan berkebangsaan Jerman, ialah Y.N. Mullier dan Y.H.G. Yordens dan ditugaskan di hutan jati Rembang. Mullier dalam tahun 1865 pensiun sebagai inspektur kehutanan, dan disusul Yordes, bekas opsir angkatan laut, pensiun pula sebagai inspektur kehutanan dalam tahun 1866.
Dapat dikatakan, merekalah pioner yang didatangkan oleh kekuasaan kolonialis Belanda untuk membantu proses pemulihan sekaligus mencegah kerusakan hutan jati di pulau Jawa.Mengingat demikian sentralnya peranan hutan bagi masyarakat Jawa, maka para penguasa lokal disana berusaha ketat untuk menjaga kelestariannya. Dengan menerbitkan larangan siapa saja, kecuali yang diberi tugas khusus, masuk kawasan hutan.Tentu saja tidak sembarang orang pula yang dapat dan boleh mengambil kayunya. Masih ingat, begitu banyak lakon Kethoprak dan versi cerita pewayangan (seni gambar gerak bayangan) yang berlatar belakang (setting cerita) tentang adanya istilah “Hutan Larangan”?Terdapat banyak aturan, ritual yang bertujuan membatasi gerak orang lalu lalang di hutan serta mengambil kayu untuk diolah kemudian. Pembatasan juga diberlakukan manakala proses pengolahan kayu.
Untuk itu teknik tradisi seni ukir kayu diperkenalkan, untuk mencegah pemborosan dalam pemanfaatan kayu hutan. Untuk mengukir satu batang kayu dengan tingkat kesulitan yang memerlukan olah kemampuan tangan yang sangat terampil, sudah pasti memerlukan waktu bertahun-tahun.
Furniture Seni ukir raja jawa
Ilustrasi Kerajaan Kesultanan Jawa
Awal Mula Pengukir Kerajaan
dalam tujuan Menyelamatkan Hutan dengan Seni Ukir Kayu Para Raja dijawa memberikan status sosial dan Bahkan keahlian mengukir kayu pada jaman dahulu tidak diberikan kepada sembarang orang. Hanya bagi kalangan kecil tertentu yang mendapatkan ijin raja saja, teknik seni ini diajarkan.Tidak sembarang orang pula diperbolehkan memiliki atau pun menggunakan hasil kerajinan seni ukir kayu. Hanya kalangan elit saja yang diijinkan sebagai lambang status sosialnya yang tinggi.Bahkan sebelum sampai mendapatkan batang kayu yang siap diukir ataupun dimanfaatkan keperluan lain, rangkaian acara ritual penebangannya diadaptasikan dengan tradisi budaya mitologi orang Jawa.Para pembesar Jawa jaman dulu memberikan ijin hanya kepada orang-orang terpilih dan sedikit jumlahnya, untuk memimpin langsung rangkaian upacara ritual berbau mitos menjelang kegiatan penebangan pohon jati.
 
pengambilan kayu jaman dulu
Penebangan Hutan Jati
Tujuannya tidak lain untuk menghambat tindakan penebangan serampangan yang merupakan penyebab utama kehancuran kawasan hutan.Para penguasa Jawa tidak hanya bersikap mempersulit kegiatan penebangan hutan kayu jati. Mereka juga seringkali dipercaya mampu berhubungan dengan segenap kerajaan roh makhluk halus yang hidup di kawasan hutan.
Aneka produk yang dibuat dari bahan kayu jati pun menjadi ekslusif dan dipersembahkan hanya kepada kalangan pembesar Jawa, guna selektifitas pemakaian baik digunakan untuk kursi tahta kerja, ruang pertemuan,ruang kamar dan ruang yang lain, bila anda mengunjungi obyek wisata khusunya keraton dan kesultanan didaerah jawa anda bisa melihat furniture maupun perabotan rumah tangga berbahan kayu.

di tulis oleh Sugayo J. Adam
History – Teak forest – Environmental



Semoga artikel Menyelamatkan Hutan dengan Seni Ukir ini bermamfaat untuk anda dan kunjungi terus website kami untuk mendapatkan artikel lainnya


Kami Ucapkan Terimakasih telah mengunjungi website kami .
 

Allia Furniture

Saat ini anda sedang melihat & membaca Menyelamatkan Hutan dengan Seni Ukir Kayu. anda bisa menemukan pada link Url : http://www.alliafurniture.com/2012/06/menyelamatkan-hutan-dengan-seni-ukir.html, semoga halaman Menyelamatkan Hutan dengan Seni Ukir Kayu ini bisa menjadi solusi anda.